Soal Pelabelan Tenda Bantuan Gempa Cianjur, Ridwan Kamil: Sangat Disesalkan

27 November 2022, 14:23 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, saat mengunjungi posko pengungsian. //Pikiran Rakyat/Amir Faisol

MEDIA TULUNGAGUNG - Oknum warga setempat korban gempa di Cianjur, memberi label identitas pemberi bantuan pada tenda mereka.

Hal ini membuat para donatur dan pihak yang berwenang mencabuti label identitas pemberi bantuan yang dipasang pada tenda pengungsi.

Ridwan Kamil sangat menyayangkan hal tersebut, “Sangat disesalkan dan tidak boleh terulang lagi,” ujar ayah Arkana tersebut, dalam posting-an Instragam-nya.

Baca Juga: Waspadai Ancaman Polio pada Anak, Apa itu Polio? Berikut Penjelasannya Beserta Dampak, Gejala dan Solusi

Dilansir MEDIA TULUNGAGUNG dari laman Instagram @ridwankamil, dalam video unggahan tersebut tampak pihak berwajib mencabuti label pada tenda pengungsian.

Mengapa melabeli tenda dengan spanduk maupun stiker dilarang? Berikut penjelasan Gubernur Jawa Barat:

1.Bencana ini datang tidak pilih-pilih dan pastinya mendampaki semua orang, semua pihak dan semua golongan di Cianjur tercinta ini.

Baca Juga: Soal Hubungan Muhammadiyah dan NU, 2 Tokoh ini Sebut Seperti Saudara Kandung

2.Yang membantu bencana pun datang tidak pilih-pilih, datang dari semua pihak, dari semua golongan, kelompok, apapun keyakinan atau agamanya.

3.Berdirinya bendera, spanduk, baliho, stiker dari para pemberi bantuan adalah hal yang wajar, karena mungkin itu bagian dari pelaporan pertanggungjawwaban kepada donatur yang menitipkan bantuan kepada mereka.

4.Karenanya Sila ke-2 Pancasila, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradap harus dijunjung dengan baik dan diprektekkan dengan bijak. Bantuan kemanusiaan tidak boleh ternodai sedikitpun oleh unsur kebencian golongan.

5.Saya sudah meminta kepolisian khususnya kapolda Jawa Barat untuk menindaklanjuti hal ini agar tidak terulang lagi di kemudian hari.

Baca Juga: Daftar Mal Pelayanan Publik di Kota Yogyakarta, Simak Alamat hingga Daftar Instansi yang Bergabung Ber

6.Walaupun kita tidak bersaudara dalam keimanan, kita tetap bersaudara dalam kebangsaan dan kemanusiaan.

Upaya pencabutan label identitas pemberi bantuan tersebut semoga menjadi yang terakhir dan tidak terulang lagi.***

Editor: Zaris Nur Imami

Tags

Terkini

Terpopuler